Operator Kasino Cruise Genting Hong Kong Sedang dalam Proses Likuidasi

Cruise Casino Operator Genting Hong Kong Is in Liquidation Proceedings

Operator kapal pesiar perjudian yang terdaftar di Hong Kong, Genting Hong Kong Ltd, yang merupakan bagian dari Genting Bhd, sebuah perusahaan besar Malaysia, sedang dalam perjalanan untuk menyelesaikan prosedur likuidasi setelah perusahaan tersebut mengajukan kebangkrutan di pengadilan Bermuda pada 18 Januari tahun ini.

Banyak Anak Perusahaan Genting Hong Kong Juga Dalam Proses Likuidasi

Genting Hong Kong Ltd berusaha memuaskan krediturnya melalui penjualan asetnya yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berbagai kesepakatan penjualan, yang juga mencakup beberapa kapal perusahaan, berada pada tahap yang berbeda, namun sebagian besar hampir selesai.

Operasi sehubungan dengan kebangkrutan perusahaan dijalankan oleh likuidator yang telah mencatat bahwa grup tidak lagi menawarkan layanan kapal pesiar dan tidak akan dapat melanjutkan layanan tersebut di masa depan. Likuidator diamanatkan untuk proses kepailitan pada 20 Januari setelah perusahaan mengajukan likuidasi di pengadilan Bermuda pada 18 Januari dan menangguhkan penjualan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong pada hari yang sama. Perusahaan mengalami kesulitan dengan tantangan pandemi COVID dan setelah unitnya di Jerman, yang kegiatan bisnis utamanya membangun kapal pesiar, wanprestasi, Genting Hong Kong juga menempuh jalan itu.

Sebagai hasil dari prosedur likuidasi Genting Hong Kong, banyak anak perusahaan dari perusahaan tersebut juga telah melakukan prosedur tersebut di negara tempat mereka terdaftar. Sejauh ini, wilayah yang dimaksud adalah Australia, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat, sementara likuidator mengharapkan anak perusahaan lain dari grup untuk menyatakan default juga.

Default dari Kapal Pesiar MV Werften

Kembali pada bulan Januari Genting Hong Kong, yang merupakan pemilik pembangun kapal pesiar MV Werften, memasuki pertempuran pengadilan dengan negara bagian Jerman Mecklenburg-Vorpommern atas dana yang diharapkan dari negara sebesar $ 336 juta. Pendanaan yang dijanjikan termasuk fasilitas backstop sebesar $88 juta yang harus ditarik oleh Genting Hong Kong.

Perselisihan berakhir di pengadilan distrik Jerman, yang memutuskan mendukung pemerintah, mencatat bahwa negara tidak berkewajiban untuk melakukan pembayaran atas pinjaman. Hal ini mengakibatkan likuidasi MV Werften, yang menyebabkan kebangkrutan sehubungan dengan fasilitas kredit Genting Hong Kong “Global 1”, yang pada gilirannya menyebabkan kegagalan lain untuk menutupi pengaturan keuangan lebih lanjut. Akibatnya, semua faktor ini berkontribusi pada likuidasi Genting Hong Kong.

Author: Noah Allen